This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 15 Desember 2015

Memulai itu sulit

Memulai sesuatu itu terkadang sulit. Termasuk memulai untuk membiasakan rajin menulis. Sangat sulit, harus membutuhkan dorongankan yang kuat agar bisa berhasil. Tak meski harus memunyai tulisan yang super duper indah terlebih dahulu baru kita mau menulis. Mulai saja dengan tulisan yang natural seperti ini. Bisa jadi tulisan yang kita tulis dengan natural ini bisa jauh lebih diterima daripada tulisan yang terlalu memikirkan kerangka berpikir. Karena tiap orang memunyai kemampuan yang berbeda dalam menganalisis berita, apa lagi dalam menikmati sebuah wacan.
Barang tentunya, kita tidak perlu terlalu memikirkan orang lain yang tidak suka dengan tulisan kita. Selagi tulisan kita tidak menyinggung perasaan banyak orang lanjutkan. Masalah kritikan itu, ga perlu dipikirin tapi diterima dan diperbaiki saja. Itu sudah cukup. Karena tidak semua orang memunyai selera yang sama. Namanya juga tiap orang memunyai otak dan hatiyang berbeda. Tentu.
Sehingga tiap tulisan yang kita buat, bisa saja bernilai yang berbeda bagi setiap orang. Mungkin tulisan kita saat ini masih jelek, ga papa. Tulis saja terus. Ala bisa karena biasa. Latihan saja semampu kita. Kalau bisa, diluar batas kemampuan kita, dengan berharap Allah akan membantu kita dalam bakat dan minat kita. Simpel tapi sulit. Kenapa sulit? Karena memulainya dari dalam diri sendiri.
Ayo memulai

Selasa, 29 September 2015

Pacaran? Ga la ye

Ada hal yang sampai saat ini masih tertanya-tanya dalam benak saya, entah kajian saya yang kurang mendalam atau apalah terserah. Bingungnya tuh di sini, coba bayangkan begitu banyak manusia yang tahu akan keharaman sesuatu itu. Tapi herannya mereka tetap melakukannya.
Kenapa bisa terjadi seperti itu? Misalnya saja, kita ambil contoh kecilnya. Mereka sudah tahu akan HARAMnya PACARAN, sebab perbuatan itu merupakan perbuatan yang mendekati zina. Sedang di dalam al-Qur'an Allah melarang kita untuk mendekati zina.
Nah, kenapa bisa seperti itu? Lalu muncul statemen pembenaran dari mereka yang berPACARAN bahwa "kami kan tidak melakukan apa-apa". Ok hari ini mereka tidak melakukan sesuatu. Tapi mustahil, sebab paling tidak mereka berpegangan tangan. Dan kita sama-sama tahu HUKUM laki-laki yang bersentuhan dengan perempuan bagaimana. Kita tak kan bahas hal yang itu. Kita fokus ke mereka yang merasa mereka hari ini tidak melakukan apapun. Ingat, TERLALU SOMBONG rasanya ketika kita begitu pede bahwa kita tak kan melakukan apapun. Kita manusia, punya nafsu. Sekuat apa sih iman kita? Jika laki-laki berduaan dengan perempuan yang ketiga adalah SYETAN. Apa yakin loo ga tergoda dengan GODAAN SYETAN. Kecuali lo itu LEMAH SYAHWAT.
Kesimpulannya jangan melakukan hal yang DILARANG ALLAH.
Lu manusia kan? Kata Allah dalam Al-Qur'an " TidakKu ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu" . Jin aja untuk beribadah, nah kita?
Semangat perbaikan karena Allah.
Pacaran? Ga la ye.

Minggu, 27 September 2015

sebelum mencari solusi, perbaiki sholat kita



Hidup, hadir dengan segala permasalahannya. Tiada kehidupan yang hadir tanpa masalah. Karena bukan kehidupan namanya jika tanpa ada yang namanya masalah. Karena masalah tersebut adalah bumbu-bumbu kehidupan.
Begitu banyak orang yang mencari solusi dalam kehidupannya terhadap masalah. Ya, tentu saja, setiap orang menginginkan terselesaikannya masalah. Tiada manusia yang mau mendapatkan masalah yang berkelanjutan, pada umumnya dan pada dasarnya, tiada manusia yang menginginkan masalah.
Mencari solusi dari masalah, biasanya mereka akan mencari dulu apa masalahnya. Kemudian menganalisis seberapa jauh masalah tersebut. Pada umumnya, mereka akan mencari referensi dari sejarah yang telah berlalu agar mereka tidak terjatuh dalam masalah yang sama. Ada pula mereka yang berkonsultasi kepada orang yang lebih tua untuk  menemukan solusi cerdas. Yang anehnya, lumayan banyak orang indonesia yang mencari solusinya ke dukun dan para normal, atau orang pintar. Mending mereka berkonsultasi kepada psikolog, ini?  lah mereka berduyun-duyun pergi ke dukun. Na’udzubillah.
Dalam islam, diajarkan ketika ada masalah pasti ada solusinya. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.  Pertanyaannya adalah dari mana datangnya kemudahan? Kemudahan tidak akan mungkin datang kecuali dari Allah. Tinggal bagaimana kita menjemput kemudahan tersebut.
Hidup hadir dengan masalah, islam hadir dengan segala bentuk solusi.  Apa sih sebenarnya solusi yang ditawarkan islam? Mungkin hal inilah yang akan muncul di dalam benak kita. Ya, kita akan coba jawab. Dan jawabannya adalah di dalam surah al-Baqarah ayat 45. “ Dan Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”. Nah, ini dia. Kenapa meski sabar dan sholat?
Kenapa sabar yang pertama disebutkan? Kira-kira kenapa ya?  Sabar adalah tindakan untuk menerima segala ketentuan Allah yang bersifat pasif. Sedangkan sholat yang diletakkan setelah sabar merupakan sebuah tindakan aktif yang menunjukkan bahwa pengaduan kita atas ketidakberdayaan kita atas suatu kesulitan hanya tertuju kepada-Nya. Karena sholat merupakan sarana berdialog antara hamba dan Tuhannya, atas apa yang diminta dan diinginkan, ya tentunya disaat semua yang telah kita lakukan tidak lagi menemukan jalannya.
Nah, yang memberikan masalah adalah Allah, ya jelas kita harus mengadu kepada-Nya. Kita harus meminta kepada-Nya juga tentang solusinya. Karena sholat merupakan tiangnya agama. Hal ini dibuktikan oleh Rasulullah, ketika beliau mendapatkan masalah beliau bersegera melaksanakan sholat. Bagi Rasulullah saw, sholat adalah sebuah kenikmatan dan kesenangan. Ia merupakan permata hati, pelipur lara dan penghapus duka. Karena dengan sholat, Allah akan memberikan ketenangan bagi kita. Tentunya harus dengan kekhusyukan.
Energi ketundukan seorang mukmin adalah pilar utama kehidupan. Dan cara menunjukkan ketundukan tersebut haruslah dengan mengerjakan sholat, karena sholat merupakan tiang agama.
Sebelum kita jauh-jauh mencari solusi, yuk perbaiki sholat kita.

Sabtu, 26 September 2015

Jika itu cinta

Jika cinta adalah tanpa keraguan, kenapa masih banyak orang yang masih ragu akan cinta? Jika cinta adalah hal yang fitrah, mengapa banyak orang yang menodainya. Sementara banyak orang yang meragukan kesucian cinta. Sebab banyaknya binatang buas yang membuat defenisi cinta jadi berubah. Ia berubah 180 derajat. Dengan banyaknya insan yang salah menafsirkan cinta, membuat keraguan akan arti yang sesungguhnya.
Ya, cinta adalah hal yang Dia beri kepada siapa yang Dia inginkan. Bukan hal yang dibuat-buat. Terkadang ada orang yang mengada-ada, bahwa yang ia perbuat adalah cinta. Sejatinya tidak demikian. Yang diperbuat adalah nafsu belaka.
Jika kau cinta, tentu tak kan sanggup kau menambah dosanya. Dengan saling sms mesra, telponan sampai malam.
Jika kau cinta, tak meski kiranya kau beribadah karena dia, haruslah karena Allah.
Jika kau cinta, tak seharusnya semangatmu datang darinya, ada sang Raja di atas segala Raja yang bisa  memotivasimu.
Jika yang muncul hanyalah kumpulan dosa, itu bukanlah cinta namanya.