Selasa, 01 November 2016

Dalam Heningku

Dalam heningku, tiap detikku terasa pilu yang berdentang dan menyakitkan. Gemetar sang qalbu menyayat lara dan menghancurkan segala hasrat. Jiwa kemilu, merendah dan melayu. Dengan gamblang terlihat rusaknya suasana jiwa dan hati. Tiap memandang terlihat sinis tajamnya kehidupan. Menggelorakan perasaanpun terasa sajak yang salah. Ekspresi jiwa kian meruntuh dibantai sang badai. Kemelut jiwa terasa goyah, begitulah kemelut hidup. Saat hati terasa jauh dari-Nya. Hingga cinta salah rasakan.
Dalam sendiri kadang ku hampa. Merasakan kekosongan dalam sang jiwa. Entah rindu, entah cinta, atau aku tak mengerti apa yang tengah dirasa. Dalam sepi, aku termenung, merenungi atas apa yang telah diperbuat sang hati, sang raga, dan sang akal selama hidup ini. Hempas rasanya hidup ini, tak mengerti dengan arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Kelak, harus menemukan jawaban untuk sang hati, untuk apa aku ada di dunia ini.
Dalam jiwa terasa panas, ingin membakar seluruh rasa dan dosa. Entahlah, begitu banyak dosa yang telah diperbuat. Ingin memperbaiki, tak tahu dimulai dari mana. Dosaku, tak terbilang jumlahnya. Hingga akal ini takut, takut akan kematian. Tak siap jika harus dipanggil sang pemilik jiwa. Sementara dosa kian bertambah. Dalam rinai ini, tetapku berjuang untuk menghapus dosa-dosaku, bagaimana caranya? Meraih ridho-Nya merupakan jalan satu-satunya, mendapatkan cinta-Nya adalah jalan ringkas namun lama. Membutuhkan proses yang sangat panjang.

Dosaku, ah sudahlah, aku selalu ketakutan jika memikirkan setiap dosaku. Aku takut, jika aku terus berkubang dalam dosa-dosaku. Aku takut, aku takut dosaku terus menghantuiku. Aku berusaha agar sang hati mampu menenangkan diri. 

0 komentar:

Posting Komentar