Malam itu terasa
dingin dan menyengat sampai ke tulang-tulang yusuf.
“Dingin banget euy,
buka bbm dulu ahhh.”
Tanpa sengaja yusuf
melihat Display Picture (DP) muridnya ketika dulu Program Pengalaman Lapangan
(PPL).
“Wah, Ilham mau
nikah toh. Kapan ya? Mending aku chat aja dia dari bbm”
“Assalamu’alaikum. Ilham,
kamu mau nikah ya? Kapan kira-kira? Kalau pesta undang bapak ya”
Chat yusuf ketika
itu hanya di Read (Baca doang).
“Wah, makin kejam
nih anak. Chat gurunya kagak dibales” Berbisik di dalam hati.
“Wah, makin sombong
sekarang ya nak!” Ngotot ngechat dan berharap dibalas.
“Wa’alaikum salam
pak, bukan sombong pak. Cuma sedikit sibuk aja. Persiapan ujian nasional. Iya
betul pak, saya mau nikah. Tapi tunangan aja dulu. Tanggalnya belum tahu.”
Dibalas via bbm
“O. Gtu. Entar
kabari ya kalau jadi”
Berhari-hari,
berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan, tidak ada kabar atas pernikahannya.
Malam itu yusuf buka-buka instagram.
“Eh,
stalking-stalking dulu ah. Ini kayaknya cewek yang dibilang ilham. Chatting ah”
“Assalamu’alaikum.
Mbak, bener ud nikah dengan ilham?”Teringatnya sok muda gitu.
“Wa’alaikum salam.
Iya bener”
“Wah, Ilham ga
undang-undang ya”
Chat pun hanya di
read.
Karena masih
penasaran, yusuf ngechat ilham. Ceritanya sedikit kepo.
“Ilham, kamu nikah g
undang-undang ya!”
Hanya di read.
Ceritanya sms, chat
via bbm, line dll ga pernah lagi dibalas.
“Wah, kalau
dipikir-pikir dulu ilham ini playboy. Jadi sedikit kurang yakin sih dia menikah
secepat ini.” Timbul dalam benakku.
Yusuf teringat
kebersamaannya dengan murid PPL nya
dulu. Tepatnya si ilham. Bahkan, karena dekatnya ilham dan yusuf, mereka
disangka adik-abang kandung. Sama-sama putih dan sama-sama tampan. Tepatnya
digilai para wanita. Yang membedakan mereka hanyalah prinsip. Yusuf jomblo
fisabilillah. Sementara ilham jomblo karena baru putus.
Playboy, merupakan
cap yang diberikan murid-murid lain padanya. Tapi tetap saja banyak yang mau
dekat dengannya. Berapa kalipun dia melukai setiap perempuan yang diajak
pacaran. Tetap saja, banyak orang yang masih mau dekat dengannya. Murid lain
bilang, dia sedikit dewasa dalam berpikir.
Yusuf mikir sejenak.
“Kalau ia memang
benar dewasa. Kok ngajaknya pacaran ya? Apa ini yang disebut dewasa kekinian?
Bukannya dewasa itu bisa membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang
buruk ya?” Itulah yang muncul dalam pikiran yusuf ketika itu.
Bergonta-ganti pacar
sudah menjadi kebiasaan bagi ilham saat itu. Satu sekolah sudah tahu bagaimana
sosok ilham. Namun pada saat semua orang mengenalnya sebagai playboy, dia mulai
mengikuti kegiatan Rohani islam. Meskipun ilham ketika pertama kali masuk Rohis
belum memutuskan pacar-pacarnya. Ya namanya sedang mencoba merebut hidayah.
“Kamu kenapa mau
masuk Rohis Ilham?”
“Pengen berubah aja
pak!”
“Bukan mau cari
cewek yang cantik di Rohis kan Ilham?”
“Enggaklah pak, mau
taubat nih pak. Meskipun belum bisa berubah semaksimal mungkin. Tapi saya mau
berusaha berubah pak. Tentunya jadi lebih baik”
“Jadi, pacar-pacarmu
itu mau dikemanakan?”
“Ya diputuskan lah
pak.”
“Kapan?”
“Sesegera mungkin
pak. Namanya juga sedang belajar hijrah pak.”
Di luar sekolah
yusuf dipanggil abang oleh beberapa murid pplnya. Karena dia masih muda dan
jarak usianya tidak begitu jauh dengan mereka.
Beberapa hari
kemudian.
“Bang, ke rumah saya
yok!”
“Rumah kamu dimana Ilham?”
“Deket kok pak.
Hitung-hitung silaturahim.”
“Oke deh. Entar saya
yang bawa motornya.”
Sesampainya di rumah
ilham.
“Bang, jagain leptop
ya. Saya mau ke toilet sebentar.”
“Oke dek. Aman itu.”
Tiba-tiba muncul chat
di leptop ilham.
“Assalamu’alaikum
sayang”
Yusuf terkejut
melihat isi chatnya.
“Bukannya ilham mau
memutuskan pacar-pacarnya ya!”
Hal tersebut membuat
yusuf bingung dan shock. Karena bukan hanya satu chat saja yang masuk ke leptop
ilham. Lebih dari lima chat via facebook. Dengan isi yang sama.
“Assalamu’alaikum
sayang.”
Terdiam dan terpaku
melihat dua kata yang bersatu. Dua bahasa menjadi satu makna.
“Bang, kenapa bang?”
“Ga papa. Ini ada
lebih dari lima chat yang masuk. Isinya sama semua. Coba lihat.”
“Entar ya bang. Saya
lihat.”
“Ha?
Assalamu’alaikum sayang?? Bukannya kami sudah putus ya.”
“Loh, uda kamu
putusin semua pacarmu?”
“ Sudah lah bang.”
“Terus ini?”
“Mungkin mereka ga
terima saya putusin bang.”
“Jelasinlah kenapa
kamu harus putus dengan mereka. Biar jelas sumber masalah. Dan ga jadi bahan
perbincangan bagi orang lain. Biar mereka pun paham apa alasan kamu mutusin
mereka.”
“Iya deh. Nih coba
saya jelasin sama mereka.”
Dalam ingatan yusuf.
Ilham yang hijrah merupakan sosok yang baru. Jadi baginya tidak masalah ketika ilham
menikah dini. Walaupun banyak rumor yang tertanya-tanya kenapa ilham menikah
secepat itu. Hijrahnya ilham menepis semua isu dan rumor yang beredar.






0 komentar:
Posting Komentar