Dalam diamnya terus
berdoa. Menadahkan tangan di hadapan illahi. Sang Khaliq yang mencintai
hamba-Nya. Walau terkadang sebagai hamba selalu saja melupakan kasih Allah,
sang pencipta.
Dalam hidup ini,
rentan kita melupakan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya. Bahkan kita
selalu amnesia apa tujuan kita
diciptakan ke dunia ini. Ada yang mengejar dunia, hingga melupakan akhirat. Hakikat
kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Sang Pencipta alam
semesta.
Yusuf menghela nafas
yang begitu panjang, mengingat kembali tujuan manusia diciptakan. Dalam
ingatannya, tiada tujuan yang lain melainkan semakin bertakwa kepada Allah.
Dengan cara apapun, selagi itu merupakan kebaikan. Termasuk meninggalkan
larangan-larangan-Nya.
Bel berbunyi......
“Oke, kita lanjutkan
pada pertemuan berikutnya”
“Oke pak” jawab
murid serentak.
Setelah bel
berbunyi, yusuf bergegas menuju ruang
guru untuk beristirahat sejenak. Dengan meregangkan badannya yang telah pegal.
Tak begitu santai, tapi ia mencoba untuk rileks. Meski sulit, tapi ia berusaha
merilekskan badannya agar fit ketika pulang naik motor.
Yusuf adalah guru
favorit siswa-siswinya. Menjadi guru lelaki termuda dan mudah bergaul dengan
siswa merupakan jurus andalannya. Walaupun terkadang ada beberapa siswa centil
yang menggodanya. Tapi ia tetap fokus dalam melaksanakan pembelajaran.
Sesampainya yusuf di
rumah....
“Iseng chat siswa
ahhhh.....”
“Assalamu’alaikum
nak.....”
“Wa’alaikum salam
pak, ada apa pak?”
“G pp nak. Sehat
nak?”
“Alhamdulillah pak,
bapak gimana?”
“Saya alhamdulillah
sehat”
“Hmmm, pak, gimana
menurut bapak tentang pacaran?”
“Kamu mau tanya
tentang apanya nih?”
“Ya, bagaimana
tanggapan bapak hukum pacaran?”
“Menurut kamu
gimana?”
“Menurut saya gpp
sih, asalah tidak melakukan zina”
“Emang, menurut kamu
zina itu gimana?”
“Zinakan ada banyak
macamnya pak. Ada zina mata, dan lain-lain. Tapi secara garis besar zinakan
perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat
pernikahan dan perkawinan!”
“Betul kan pak?”
Lanjutnya
“Ya, ada zina hati,
zina mata dan zina dzahir (jelas). Kalau pacaran, kira-kira zina mana nak?”
“Pengertian dari
zina tersebut apa sebenarnya pak? Kalau zina mata, ga pacaran juga bisa pak.
Zina hati juga ga pacaran bisa kok pak”
“Ya, sedang kamu
tidak pacaran aja bisa zina mata, apa lagi pacaran.”
“Gimana kalau LDRan
pak?
Boleh kan pak?”
“Benerkan untuk
statemen bapak yang diawal? Lagian tidak ada obat bagi seorang laki-laki dan
perempuan yang sedang jatuh cinta, melainkan pernikahan. Bukan pacaran loh”
“Terus, apa beda
pacaran dan ta’aruf pak?”
“Ha, beda lah. Kalau
ta’aruf dia serius mau menikah. kalau pacaran kagak. Kalau ta’aruf itu ada
aturannya. Bukan sesuka hati. Ada wali yang menemani, kita kagak nyentuh dia“
“Emang kamu mau
nikah sekarang? hehe”
“Tapi masalahnya
ta’aruf zaman sekarang susah pak. Enggak sih pak”
“Kamu ga mau nikah?
Haha. Mencurigakan”
“Haahaha. Mau pak,
tapi ga sekarang”
“Itu dia baru bener”
“Jadi sekarang
temenan aja pak. Kalo ada niat nikah baru ta’arufan ya pak”
“Gampang kok nak
ta’arufan. Kalau memang mau ta’aruf bilang aja sama bapak”
“Bapak mau ngasih
calonnya pak?”
“Bukan-bukan. Kalau
memang iya. Kita bantu. Ingat aja nak, laki-laki baik untuk wanita baik-baik
lo.... begitu pula sebaliknya”
“Ta’aruf ada batas
waktunya ya pak?”
“Setahu saya begitu,
agar tak merusak hati kedua belah pihak”
“Insya Allah deh
pak. Ga pacaran, temanan aja lah pak”
“Betul nih?
Alhamdulillah kalau gitu. Kalau pun kamu pacaran, emang ada untungnya?”
“Ga ada sih pak,
tapi kan bisa saling memotivasi loh pak”
“Mana besaran doa
dan motivasi ibu atau pacarmu?”
Si murid diam tanpa
kata.
Kisah ini pun
bermula entah sejak kapan. Mungkin, yusuf hanya tak ingin muridnya terjebak
dalam perbuatan yang sangat dilarang oleh agama. Yah, mungkin saja. Sebab,
yusuf, dulunya juga pernah pacaran. Entah apa yang membuatnya dulu pacaran. Dan
entah apa pula yang membuatnya kini berhenti dan memutuskan untuk tidak pernah
lagi pacaran. Yang pasti, karena perintah Allah untuk tidak mendekati zina.






Benar benar modifikasi...
BalasHapusKonsisten dgn judulnya...
Lumayan...
Ditunggu tulisan selanjutnya...
yups....
BalasHapusyups....
BalasHapus